GSP & Hitters

Sore itu, di sekitar minggu kedua Januari 2015, saat kantuk menyerang hebat, saya dikagetkan oleh email yang berisi ajakan untuk menghadiri acara ulang tahun legenda hidup Indonesia, Guruh Sukarno Putra. Sungguh mengejutkan! Beliau ini karya-karya emasnya menemani masa 80s 90s saya. Dan sangat menginspirasi. Tak bisa dibayangkan betapa senangnya saya mendapat undangan dari idola. Intinya mas Guruh melalui fotografer pribadinya, Elco Namarubessy, meminta saya ikut serta perayaan dirgahayu beliau. Yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 2015.

10906162_10153029476537996_6784807710359501961_nHari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Saya meluncur menuju kediaman beliau yang terletak di daerah Sriwijaya Jakarta Selatan. Tiba di sana pukul 8 malam, setelah mengisi buku tamu, tidak sampai semenit saya langsung bertemu dengan sang legenda yang sedang berulang tahun. Setelah salaman dengan mas Guruh, kami pun melakukan foto bersama. Setelahnya saya melihat pertunjukan sendratari dan nyanyian di panggung yang terletak di bagian dalam rumah beliau. Keren! Sangat Indonesia. I love the show.

Selang beberapa menit, saya melihat menteri kelautan dan perikanan, ibu Susi Pudjiastuti. Tanpa berpikir panjang, dengan noraknya saya langsung ajak beliau foto bareng. Hehehe. Kapan lagi bisa foto bersama perempuan paling keren se Indonesia versi saya. Beliau menyambut dengan ramah sekali ajakan foto bareng tersebut. Ketika saya bilang “sukses terus, bu”, dia balas “sukses juga untuk kamu”.

Lalu setelah mendengar ucapan selamat dari ibu Susi terhadap mas Guruh, para tamu diminta menikmati makanan yang telah disediakan. Saya pun langsung menuju tempat makan, lalu menyantapnya, dan merasa puas sekaligus kenyang atas sajiannya. Ohya, makanan yang dihidangkan merupakan menu Indonesia.

Tamu yang hadir sebagian besar memakai batik, dan saya juga adalah salah satunya. Hal ini mungkin karena citra mas Guruh yang begitu mencintai budaya Indonesia, dan image batik yang begitu melekat kepada beliau. Tak lama setelah berbincang-bincang dengan beberapa teman, saya menuju tempat di mana mas Guruh masih menyalami tamu-tamunya, untuk berpamitan pulang. Saya melihat raut wajah yang tak kenal lelah dari mas Guruh. Ia masih terus saja asyik meladeni ucapan selamat dari para tamu. Ketika saya bilang “sukses dan bahagia terus, ya, mas”, dia balas “sukses juga untuk kamu”.

Malam ini dua kali saya dibalas ucap sukses oleh dua orang yang begitu menginspirasi. Semoga ucapan tersebut menjadi nyata. Amin.

Comments

comments