the-god-of-small-things

The God of Small Things merupakan novel pertama karya Arundhati Roy yang langsung membawa Arundhati pada penghargaan bergengsi Booker Prize pada tahun 1997. Novel semi-autobiografi ini memiliki latar belakang politik yang kental. Ber-setting di Ayemenem, Kerala, India, pada tahun 1969 bukuĀ ini bercerita mengenai kisah masa kecil anak kembar dengan dua indung telur (two eggs twin), Rahel dan Estha. Mereka dipisahkan ketika berumur 7 tahun dan bertemu kembali saat berusia 31 tahun.

The God of Small Things menekankan bahwa hal-hal kecil dalam kehidupan mampu membangun serta menransformasi perilaku seseorang. Rahel dan Estha mempunyai masa kecil yang suram. Mereka tinggal di rumah Papachi dan Mamachi (kakek dan nenek) dengan ibu mereka (Ammu), paman Chacko, serta Baby Kochamma (saudara perempuan Papachi). Fase-fase kehidupan di Kerala yang saat itu melibatkan komunisme, sistem kasta India dan cara hidup Kristen Syria, membuat pasangan anak kembar ini melalui banyak hal mulai dari perceraian, kekerasan rumah tangga, kematian, gejolak politik, sex abuse, pengkhianatan, kambing hitam gerakan komunisme, kekecewaan dan perpisahan.

Rahel tumbuh di Amerika, sedangkan Estha dititipkan pada ayah kandungnya yang seorang alkoholik. Mereka bertemu kembali di Ayemenem ketika berusia 31 tahun. Rahel tumbuh sebagai seorang perempuan yang cerdas, berjiwa bebas sekaligus sinis. Di sisi lain, Estha berubah menjadi seorang pria pendiam yang hampir tidak pernah mengucapkan sepatah katapun akibat trauma masa kecilnya.

 

 

Comments

comments