Roald-Dahl-Quotes-5Selain Enid Blyton, satu lagi penulis yang novel-novelnya saya gemari pada masa kanak-kanak yaitu Roald Dahl (1915-1990).
Ide untuk ngajak Brur & Zus bernostalgia dengan karya-karya penulis yang buku-bukunya ngehits sejak era ’80 sampai dengan ’90-an ini datang setelah saya baca postingan seru dan lengkap tentang Matilda oleh Zus Liza Irman di Forum Komunitas Hits from the 80’s & 90’s. Roald Dahl yang menulis novel ini pada tahun 1988, menceritakan soal seorang bocah kecil tapi jenius bernama Matilda Wormwood yang tinggal di lingkungan keluarga yang kurang mendukung talentanya.  Mr. dan Mrs. Wormwood lebih memilih menelan informasi dan hiburan lewat TV, sementara Matilda lebih memilih untuk mencernanya dengan cara membaca. Hobi “anehnya” itu membuat Matilda enggak terlalu dianggap keberadaannya oleh orang tuanya yang sangat maniak nonton TV dan ngemil. 🙂  Eh, kok kayak ramalan tentang apa yang akan terjadi di masa sekarang ya? Hehehehe 😛

Untuk lebih lengkap tentang Matilda, mending Brur & Zus langsung baca di thread-nya Liza Irman di SINI.
Kalideres-20150108-00157 copy copySelain Matilda, banyak lagi judul lain karya Roald Dahl yang menyenangkan untuk dibaca, seperti: James and the Giant Peach, Charlie and the Chocolate Factory plus sequel-nya Charlie and the Great Glass Elevator juga The Witches.

Yang paling saya ingat , dalam tulisan-tulisannya Roald Dahl berani banget menggambarkan karakter antagonis dengan cara bombastis. Penulis lain mungkin cuma akan menggambarkan seorang guru yang galak dengan kebiasaannya menyetrap atau paling banter memukul murid dengan penggaris. Tapi Roald berhasil membuat kita sebel banget sama Miss Trunchbull, kepala sekolah Matilda, yang digambarkan Roald sebagai seorang guru yang bisa menghukum muridnya dengan cara yang gokil: menjambak rambut dan memutar-mutar tubuh kecil mereka bagaikan atlet lontar martil, sebelum melemparkan mereka ke luar jendela kelas dan akhirnya mendarat di rumput kebun sekolah. Saya aja tuh, yang: “What the…?” waktu pertama kali sampai ke part tersebut pada Chapter 9 novel Matilda ini. Sempat, saya berpendapat, “Ah, ada-ada aja nih pengarang, lebay banget. Itu kan enggak masuk akal!” Sampai akhirnya saya baca bagian ini:

Matilda, Trunchbull

 

 

 

 

 

 

Salut banget sama daya khayal dan logika Roald Dahl.

Selain Matilda, ada pula The Witches, which is also my favorite. Inti ceritanya, si “aku” sebagai narator di kisah ini, yang tinggal berdua dengan nenek tersayangnya, suatu hari bertemu dengan penyihir yang kemudian menyihirnya menjadi tikus, dan setelah itu terjadilah keseruan-keseruan saat mereka melawan penyihir tersebut, sampai akhirnya mereka berhasil menaklukannya.
Saya mengharapkan happy ending di cerita ini, at least, si “aku” ini kembali jadi manusia. Saya salah. 🙁
Agak kecewa sih, tapi ternyata Roald Dahl menjawab pertanyaan: “Lah kok gini sih?” yang spontan muncul di pikiran gue:

witches

 

 

 

 

willy-wonka-the-chocolate-factory-522d3ee8a1569charposterBanyak banget hasil karya Roald Dahl yang telah difilimkan. Selain Matilda (novel ditulis pada tahun 1998, dan filmnya dirilis tahun 1996), ada juga Charlie and the Chocolate Factory, novel ditulis pada tahun 1964, dan difilmkan dua kali, yaitu pada tahun 1971 dengan judul Willy Wonka and The Chocolate Factoy, dan di-remake, dengan Johnny Depp sebagai peran utamanya pada tahun 2005, yang ini judulnya sama dengan bukunya.

jadi-lo-ga-6y7jd6🙂

 

 

 

 

 

Ditulis oleh: Rappy

Comments

comments