Di periode tahun 80-an hingga tahun 90-an, salah satu program acara stasiun TVRI yang cukup dinanti-nantikan oleh pemirsa dari kalangan usia muda pada saat itu adalah (Program Acara) Vocal Group dan Paduan Suara. Keduanya merupakan produksi in-house TVRI sendiri. Program acara Vocal Group menayangkan penampilan kelompok vokal perwakilan dari berbagai SLTA (lazim disebut SMA pada masa itu) dalam negeri, sedangkan, Paduan Suara menayangkan penampilan sebuah kelompok paduan suara perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi dalam negeri secara bergilir dan bergantian setiap episodenya.

Vocal Group 1

Tentunya, program acara ini bertujuan positif sebagai wadah penyaluran bakat di bidang seni suara dari kalangan siswa SLTA, juga mahasiswa Perguruan Tinggi. Dampak positif lainnya yang timbul adalah munculnya semangat berkompetisi di antara penampil dari masing-masing SLTA/Perguruan Tinggi untuk berupaya menunjukkan penampilan terbaik yang dapat dipersembahkan kepada para pemirsa, meskipun kedua program acara ini bukan merupakan ajang kompetisi seperti layaknya berbagai ajang idol yang menjamur di TV masa sekarang.

Banyak aspek yang menjadi acuan untuk ‘dikompetisikan’ (secara tidak langsung), antara lain seperti:

  1. Kemampuan teknik olah vokal dari kelompok tersebut
  2. Pemilihan materi lagu yang dibawakan, misalnya populer atau tidaknya lagu tersebut pun sangat diperhatikan, terutama oleh peserta Vocal Group SLTA,
  3. Busana yang digunakan saat tampil juga menjadi acuan dalam segi fashion, sehingga diperlukan kreativitas dalam hal padu-padan warna dan model busananya.
  4. Koreografi untuk mendukung penampilan saat membawakan sebuah lagu, terutama dalam program acara Vocal Group SLTA
  5. Wajah-wajah para anggota kelompok pun menjadi acuan. Memang terlihat seakan-akan ‘azas estetika visual’ berlaku dalam hal ini. Setidaknya siswa yang berwajah menarik dan camera face akan lebih dipertimbangkan untuk terpilih menjadi anggota kelompok vokal perwakilan almamater yang akan ‘ikut shooting‘.

Vocal Group 2

Lima aspek acuan yang disebutkan di atas bisa mengakibatkan timbulnya pro-kontra internal di kalangan siswa/mahasiswa almamater yang bersangkutan. Karena bisa saja seorang anggota yang terpilih untuk menjadi bagian dari kelompok yang akan ‘ikut shooting‘ adalah seseorang yang ‘beruntung’ memiliki ‘wajah laik kamera’ meski kemampuan olah vokalnya biasa-biasa saja bahkan tidak memiliki kemampuan sama sekali. Tapi hal ini sangat dimungkinkan karena program acara ini tidak ditayangkan secara live, melainkan melalui proses terpisah antara sesi rekaman suara dengan sesi pengambilan gambar. Pada saat sesi pengambilan gambar, para anggota kelompok suara tersebut cukup hanya melakukan lipsync (istilah yang mulai populer sejak insiden duo Milli Vanilli yang sempat menghebohkan itu, yaitu teknik menggerakan bibir mengikuti lirik lagu) karena suara sudah direkam terlebih dahulu.

Penampilan dari SLTA/Perguruan Tinggi pada episode-episode yang sudah tayang selalu menjadi acuan bagi calon peserta episode berikutnya, agar mereka bisa berlatih dan mempersiapkan suguhan yang lebih baik. Dan pada akhirnya, tanpa disadari, hal ini menimbulkan sebuah trend baru dan ajang prestasi juga prestise tersendiri, baik bagi almamater SLTA/Perguruan Tinggi yang mengirimkan kelompok vokalnya sebagai perwakilan, maupun bagi para siswa dan mahasiswa yang berpartisipasi langsung sebagai personilnya. Muncul kebanggaan tersendiri bila bisa unjuk gigi dalam program acara tersebut. Antara lain karena terbukti kemampuan olah vokalnya, atau bahkan hanya karena terbukti, atau minimal ‘berhasil’ masuk kategori ‘berwajah laik kamera’. 😉

Vocal Group 3

Kurang lebihnya, kebanggaan pribadi itu bisa diekspresikan dalam tuturan pernyataan seperti ini:

“Eh, (almamater) gue masuk tivi dong.., keren loh..! Tonton ya besok sore..!”
atau
“Eh, (almamaternya) si ‘itu’ masuk tivi loh kemarin sore.. keren deh..! Nonton gak..?”

(Tisna Moenadjat; penulis kebetulan ‘beruntung pernah terpilih’ untuk mewakili almamater SMA-nya ikut rekaman suara di Musica Studio Perdatam dan shooting program acara Vocal Group TVRI di Studio Alam TVRI Depok pada tahun 1987 dengan membawakan lagu Anak Sekolah yang dipopulerkan oleh alm. Chrisye dan lagu Dara yang dipopulerkan oleh Harvey Malaiholo, meski kemampuan olah vokal penulis hanya biasa saja dan tidak terdaftar sebagai siswa peserta kegiatan ekstra kurikuler kelompok paduan suara almamater SMA-nya… jangan-jangan saya memang “laik kamera” hehehe geer 😛 )

Comments

comments