Photo ini saya ambil sendiri waktu ke pasar tradisional beberapa waktu lalu.

Masih ingat anak ayam yang selalu menggoda buat kita beli waktu kita kecil?  Anak ayam yang dalam bahasa Inggris kita sebut chicken dan kalau dalam pelajaran SMA masuk dalam ordo Galliformes  ini memang ngegemesin bagi anak-anak buat dipelihara. Hmmm, kalau tukang jualan anak ayam saya gak tau bahasa Inggrisnya, mungkin “chicken seller” (maksa), hahaha!

Di tahun 1980-an dan 1990-an, tukang jual anak ayam ini sangat banyak terlihat keliling dari rumah ke rumah, atau jika kita ke pasar pasti ada tukang seperti ini. Dulu mungkin belum berwarna-warni seperti sekarang ini. Well, saya ingat tukang jualan ayam ini suka mangkal di pasar dekat rumah saya waktu kecil dan di sekolah. Anak-anak kecil yang melihat pasti suka. Itu sih sampai sekarang.

Saat itu ya gak mungkin terpikirkan sih bagi anak kecil kalau anak ayam ini nyaris dipastikan tersiksa, hiks! Bayangkan saja, mulai dari ancaman kucing, tikus, cekikan anak kecil dan lain-lain, waaah! Makanya sekarang saya larang anak saya buat membelinya. Kasihan, kan, kalau sudah dibeli usianya cuma dua sampai 6 hari, hiks

Kalau sekarang, justru lebih sadis si tukang jualan itu karena anak ayamnya diberi warna segala. Saya sudah sempat nyeletuk, “Duh, Bang, kasian banget sih, kenapa mesti diwarnain?” Katanya sih supaya menarik. Duh, doakan saja, yuk, biar si Abang dan teman-teman seprofesinya mendapat pekerjaan yang lebih baik dari sekarang biar gak ada lagi “penyiksaan” anak ayam seperti ini. Amiin…

Inget yaaa, doakan juga abangnya selain mencegah anak-anak beli ini, hehe…

Comments

comments