Anak-anak jaman sekarang udah pasti tidak asing lagi dengan Twilight, kisah seputar vampir ganteng Edward Cullen dan manusia serigala Jacob Black, yang telah menciptakan idola baru Robert Pattinson dan Taylor Lautner di kalangan remaja masa kini. Tapi, era neck biting goodness juga membahana di tahun ‘80-an dan ‘90-an. Ingat tidak, di antara para Zus pasti ada yang ingin digigit oleh Brad Pitt atau Tom Cruise setelah menonton Interview with the Vampire: the Vampire Chronicles (1994)? Film itu salah satu dari sederet film-film yang cukup nge-hits selain beberapa judul seperti The Lost Boys (1987), Bram Stoker’s Dracula (1992), Blade (1998), From Dusk Till Dawn (1995), Sleepwalker (1992), Innocent Blood (1992).  Bahkan, di awal tahun ’90-an ada serial televisi yang cukup terkenal, Buffy the Vampire Slayer.

Tapi, saya ingin membahas sedikit tentang film vampir favorit saya, The Hunger (1983) yang disutradarai Tony Scott dengan pemeran utamanya Catherine Deneuve, Susan Sarandon dan David Bowie, berkisah tentang kisah cinta segitiga vampir yang penuh intrik, dalam kaitannya dengan kekuasaan, seks, nafsu dan dorongan hati.

Bagi saya, The Hunger termasuk kategori cult movies untuk genre vampir. Tidak seperti film vampir pada umumnya yang lebih banyak memberi porsi untuk memotret gaya hidup kaum vampir, film ini lebih menonjolkan karakter vampirnya. Yang paling saya sukai tentang film ini adalah penceriteraan suatu hal intangible yang bisa dijabarkan sebagai rasa frustrasi yang manusiawi untuk seorang vampir yang notabene dingin dan tidak berperasaan. Very humane story about something unhuman. Tagline dari filmnya yang jleb banget, “Nothing Human Loves Forever”.

(Courtesy pic imdb.com)

Comments

comments