Acara nobar Beautiful Noise, yang dipenuhi penikmat jenis musik Noise Pop, berlangsung dengan mulus. Acara yang diadakan pada hari Jumat, 9 Januari 2015 tersebut, benar-benar seperti ajang kumpul mereka yang menggemari My Bloody Valentine, Cocteau Twins dan The Jesus and Mary Chain. Film dokumenter ini memang bercerita tentang ketiga band tersebut dan pengaruhnya terhadap turunannya.

Dimulai dengan penampilan band shoegaze asal Jakarta, Treasure Hiding, yang bermain selama kurang lebih 45 menit. Penampilan akustik mereka memang memukau. Terlihat dari kekhusyukan penonton dalam menikmati aksi¬†mereka. Grup keren ini sempat membawakan beberapa lagu orang, termasuk “Vapour Trail” Ride. Usai mereka tampil, tanpa berpanjang-panjang ria, acara dilanjutkan ke menu utama, yakni nobar Beautiful Noise. Ruangan dalam Nautilus Cafe nampak disesaki mereka yang ingin nonton. Sebelum memasuki arena nobar, Nicko Krisna, inisiator acara, sempat bicara bahwa nobarnya akan dilakukan dalam dua¬†sesi, karena ada sebagian teman yang memang tidak bisa masuk ke dalam. Selama nobar, kami dijejali berbagai interview dengan pahlawan-pahlawan 80’s dan 90’s, mulai dari Kevin Shields, Robin Guthrie, Billy Corgan, Trent Reznor sampai Wayne Coyne. Beberapa kali tampak terdengar penonton berdecak kaget karena ujaran orang-orang tersebut. Dan ketika film usai, nampak raut wajah mereka puas sekali.

Selesai nobar acara dilanjutkan dengan penampilan DJ Set dari Anoa Records. Sambil mendengarkan lagu-lagu yang disajikan, kami pun asyik berfoto ria. Acara ini terbilang sukses dan rencananya akan diadakan rutin dan semoga bisa dijadikan sebagai ajang temu rindu para penggemar musik seperti ini.

Comments

comments