Tepat pukul 20.30 wib (12/02/08) Bjork membuka rangkaian konser The Volta Tour-nya di Tennis Indoor Senayan dengan interlude lagu “Brennid Pig Vitar” dan langsung dilanjutkan dengan nomer “Earth Intruders”. Selain audience terpukau oleh aura Bjork yang begitu bersinar malam itu, penonton terlihat terbius oleh kemegahan sorot lampu yang memukau dan menambah nilai lebih show tersebut. Semua manusia yang memadati tempat konser berlangsung nampak tertegun seperti layaknya orang yang terhipnotis, oleh lagu “Hunter”, “Unravel” dan “All Is Full Of Love”. Di mana semuanya terlihat begitu bersemangat ketika bersama-sama menyanyikan bagian refrain lagu-lagu itu.

Selain bertugas sebagai backing vokal, 10 anggota The Wonderbras memainkan instrument trumpet dan sax dengan begitu apiknya.  Sementara di panggung nampak 3 flat screen yang memutar visual art live dan terkadang mengikuti tempo lagu yang sedang dimainkan. 4 programmer plus 1 pemain drum Bjork benar-benar mampu memberikan ambience yang sungguh sangat luar biasa! Sehingga saat lagu-lagu  anthem seperti “Joga”, “Pagan Poetry”, “Pleasure Is all Mine” dan “Hidden Place” dimainkan, penonton terlihat  begitu larutnya dengan atmosfir musik Bjork malam itu. 8 banner reptile kuning merah yang membelakangi armada Bjork di belakang panggung malam itu sungguh memberikan nuansa art tersendiri. Ditambah 10 bendera yang berjejer membelakangi The Wonderbras seperti ingin menguatkan makna Icelandic dari pertunjukan malam itu. Dengan tampilan kostum perak bercampur merah yang bergelembung, Bjork terlihat elegan sekali malam itu. Dia berlari dan berputar-putar di atas panggung dengan gaya tangan-nya yang tidak mau diam seperti ingin menyihir masa dengan kepakan-kepakan jari jemarinya yang sudah menjadi trade mark dia sejak dahulu.

“Desired Constellation” dan “Army Of Me” membuat seisi gedung merinding dan sebagian penonton yang berada di bagian depan mulai ikut menari mengikuti gerakan-gerakan tarian Bjork. “Innocence”, “Bachelorette”, “Cover Me” dan “Wanderlust” merangkak seperti sebuah aksi teatrikal yang dipadukan dengan glamournya hiruk pikuk synthesizer. Saat “Hyperballad” dimainkan, keadaan semakin “pecah”. Sangat fantastis! Ketika membawakan lagu tersebut, Bjork benar-benar menjadikan Tennis Indoor sebagai lautan dansa! Suasana di atas panggung pun nampak semakin meriah karena para personel The Wonderbras melakukan tarian ala Iceland yang sesekali diselipi aksi headbanger.

Permainan laser hijau yang ditembakan kesana kemari semakin membuat suasana menjadi panas, dan penonton pun seperti semakin enggan untuk menghentikan gerakan-gerakan dance mereka malam itu. Begitu lagu itu usai, Bjork pamit terhadap penonton. Seperti sebuah konser pada umumnya, setelah melakukan encore sekitar 4 menit, Bjork kembali ke atas panggung membawakan “Pluto”, “Anchor Song” dan ditutup manis dengan lagu “Declare Independence”. Semua penonton terlihat sangat puas dengan pertunjukan malam itu. Indonesia mendapatkan sebuah kehormatan untuk bisa menyaksikan aksi dari salah satu artis paling fenomenal sepanjang masa.

 

 

Comments

comments