Band yang pernah begitu diagungkan oleh masa metal di berbagai belahan penjuru dunia ini berhasil menyuguhkan aksi panggung yang spektakuler, klasik dan begitu menghibur! Sound maksimal serta taburan skill kelas tinggi menjadikan konser Helloween sebagai sesuatu yang sangat berarti bagi para penggemarnya di Indonesia.

 

Speed Metal band legendaris asal Hamburg, Jerman, Helloween menggebrak Tennis Outdoor Senayan dengan sound yang menggigit, Jum’at malam (22/02/08). Sebelum mereka tampil, tiga band metal lokal Lord of Symphony (Solo), March dan Straight Out (Jakarta) didaulat sebagai opening act. Meski konser ini tadinya akan digelar di  Tennis Indoor, ternyata Tennis Outdoor lebih tepat dijadikan tempat untuk menyaksikan aksi band yang kiprahnya di industri musik metal dunia sudah mencapai usia lebih dari seperempat abad ini.

Ambience kedigdayaan metalnya lebih terasa. Konser yang termasuk dalam rangkaian tour “Hellish 07/08” ini direkam secara live oleh pihak Helloween (menurut keterangan MC, jika Helloween puas dengan live performance mereka di Indonesia, rekaman konser ini akan dirilis sebagai live album). Penonton yang datang didominasi oleh massa yang memang sudah hafal luar kepala dengan lagu-lagu mereka. Meski waktu konser terulur cukup lama dari rencana semula (mereka memulai pertunjukannya sekitar pukul 21.17), darah penonton langsung mendidih begitu melihat formasi yang tidak pernah berubah lagi sejak tahun 2005. Andi Deris (vokal), Michael Weikath (gitar), Sascha Gerstner (gitar), Markus Grosskopf (bas) dan Daniel Loble (drum) muncul dan memainkan nomor “Halloween”. Lagu yang berdurasi cukup lama tersebut (sekitar 10 menit) mampu membuat semua penonton terpana dengan kepiawaian skill yang dipertunjukkan oleh seluruh personel.

Duet Michael dan Sascha begitu solid, hingga menimbulkan keterpukauan penonton untuk terus menantikan lecutan-lecutan jari-jemari mereka di atas fret gitar. Komunikasi yang dilakukan Andi Deris terhadap penonton berhasil direspons pasukan hitam-hitam dengan baik dan memberi efek suasana yang sangat menyenangkan antara Helloween dan crowd. ”Sole Survivor” dan “March of Time” meradang dengan mulus dan fantastis! Begitu juga saat “As Long As I Fall” dimainkan, audience terus bergemulung dan menyanyikan semua lirik dengan pronunciation yang benar.

Terkadang kita merasa merinding melihat aksi tangan sihir Andi Deris yang sangat old school sekali! Sudah lama Indonesia tidak disuguhi fenomena langka seperti itu. “A Tale Wasn’t Right”, “Soli” dan King for 1000 Years” menyeruak dengan indah. Sound yang mereka berikan benar-benar bulat dan terasa enak di telinga! Selain itu, efek yang membungkus suara Andi Deris terasa sangat tepat mendampingi lengkingan pria yang penampilannya benar-benar terlihat sungguh klasik ini. Penampilannya tampak seperti perpaduan David Lee Roth dengan Gene Simmons 23 tahun silam.

“Eagle Fly Free”, “The Hells of the 7 Bells”, “If I Could Fly”, “Dr Stein” meluncur dengan sempurna dan semua personel Helloween tampil secara habis-habisan. Entah dari mana mereka mendapatkan energi semaksimal itu. Selain itu, performa Michael dan Sascha dari lagu ke lagu kian ajaib. Jari-jemari mereka memberikan hiburan tersendiri sehingga bisa dibilang penonton seperti sedang mengikuti gitar klinik dari dua manusia yang 93% rohnya terdiri dari licklick gitar. Tidak ada satu pun yang meleset mulai dari typing, downstream, sound, melodi dan kocokan dua orang brilian tersebut.

Begitu juga aksi solo drum Daniel Loble yang mampu membuat kita ternganga. Menjadi catatan tersendiri melihat kejeniusannya dalam memainkan pukulan-pukulan unik, klasik, rumit namun luar biasa. Mereka berpamitan kepada penonton seusai lagu hit klasik tersebut. Setelah itu mereka kembali ke atas panggung dan dengan cepat memainkan lima lagu secara medley yang disudahi dengan lagu “Keeper of the Seven Key” dan “Power”. Setelah itu mereka menyudahi pertunjukannya.

Setelah penonton berteriak meminta mereka balik lagi, Helloween muncul kembali dan membawakan lagu paling abadi dari mereka sepanjang masa yaitu “Future World” dan “I Want Out” yang mereka geber secara menggebu untuk menutup dua kali pengecohan mereka yang berhasil memaksa para penonton untuk meminta encore hingga dua kali. Anda mungkin sudah bisa menebak reaksi seperti apa yang dirasakan penonton ketika menyimak kedua lagu tersebut, benar-benar klimaks! Solucite berhasil memberikan ‘siraman rohani metal’ yang memuaskan melalui konser promosi album “Gambling with the Devil” dari band super skill yang datang untuk kali kedua di Indonesia.

 

 

Comments

comments