Masih ingat dengan gaya rambut Lady Di, ajojing, sepatu roda, dan bahasa kode “bagahagasaga kogodege”? Atau apa Anda masih menyimpan permainan Tamiya, kelereng dan jam robot? Wah, semua hal itu pasti mengingatkan Anda pada kenangan di era 80-an dan 90-an, ya. Mau bernostalgia lebih lanjut?

Nicko Krisna akan mengajak Anda bernostalgia di era 80-an dan 90-an dengan bukunya yang berjudul Hits from the 80’s & 90’s. Terdengar familiar? Yep, judul buku tersebut memang diambil dari sebuah grup Facebook dengan nama yang sama. Grup ini berawal dari keisengan Nicko membuat grup dan mem-posting foto bersama teman-temannya di studio foto Jonas, Bandung. Lalu partner kantornya mem-posting foto saat nongkrong pada tahun 80-an di Aldiron, Blok M. Nicko pun mengajak teman-temannya untuk bergabung dan kehebohan terjadi. Beragam postingan berbau kenangan 80-an dan 90-an bertebaran di linimasa grup tersebut.

Buku ini berisi kenangan-kenangan yang ada dalam grup Facebook “Hits from the 80’s & 90’s”. Contohnya kenangan yang di-posting oleh Fakih Zakaria. Ia mem-posting kartu iuran TVRI pada tahun 1991 dengan kalimat, “Nak, tukang iuran tv udah sampai tetangga. Ayo bantuin bapak gotong tv, kita sembunyiin di lemari! Ada yang punya cara lain ‘ngilangin’ tv nya?”

Ada yang tahu hubungan antara telepon gembok dan sendok? Anak remaja pada masanya pasti tahu hubungannya. Telepon gembok ini biasanya dimiliki tiap rumah yang mempunyai anak remaja. Tujuannya agar dapat mengurangi biaya telepon anak-anaknya. Tapi sayangnya, anak remaja pada zaman itu sangat kreatif. Ketika telepon digembok, maka mereka menyelipkan sendok pada sela kotak transparan untuk memencet tuts telepon. Tidak hanya sendok, tapi kawat, lidi, jepitan rambut, sampai klip kertas pun dapat digunakan untuk menelepon. Kreatif, ya?

Kapal otok. Pernah main kapal yang satu ini? Kapal sederhana ini dinamakan “kapal otok-otok”. Biasanya dijual di abang-abang depan sekolah dan didemokan langsung di atas baskom penuh air. Oh iya, mainan ini dinamakan “otok-otok” karena berbunyi otok-otok-otok saat dimainkan. Ada yang ingat bagaimana cara memainkan mainan ini?

Masih ada lagi kenangan yang dapat membuat kita tertawa. Salah satunya adalah bahasa kode. Bahasa kode yang unik ini biasanya digunakan kaum perempuan pada zaman itu untuk bergosip. Untuk mengucapkannya memang agak sulit, tapi jika sudah terbiasa bisa jadi ketagihan. Rumusnya seperti ini:

Suku kata 1 + huruf G + suku kata berikutnya + huruf G

Contoh kalimat: ini bahasa rahasia
Contoh kalimat dalam bahasa kode: Iginigi bagahagasaga ragahagasigiaga

Siapa yang masih mau nostalgia lagi?

Buka lembaran-lembaran nostalgia yang penuh warna dalam buku Hits From the 80’s & 90’s karya Nicko Krisna. Buku yang seru, konyol, ajaib sekaligus membuat susah move on!

Buku ini sudah tersedia di semua Gramedia dan Toko Gunung Agung. 🙂

Comments

comments