Halo Brur & Zus, jumpa lagi bersama Maissy.. 😀

Ditahun 80an, ada satu lagu dari Murrayhead yang sangat ngetop, judulnya One Night in Bangkok yang bertema kehidupan malam di Bangkok. Band rock asal Kanada, Rush, juga merilis lagu A Passage To Bangkok di album 2112. Pingin intip keindahan Bangkok yang banyak menjadi inspirasi lagu dan film? Catatan perjalanan saya kali ini tentang kunjungan ke Bangkok, ibukota Thailand. Idealnya, kalo mau mengeksplorasi obyek wisata utama di Bangkok dan sekitarnya memerlukan 2-3 hari, cocok untuk mengisi long weekend. Tahun 2015 ini banyak lho hari kejepit dan long weekend.. yuk siapkan paspor, biar siap berangkat kapan aja. Paspor Indonesia kan gak perlu visa buat ke Thailand, tinggal llleepph.. 😛

 

How To Get There?

Dari Indonesia, cukup banyak penerbangan langsung ke Bangkok.  Tentunya paling banyak penerbangan langsung dari Jakarta. Untuk hari-hari low season, tiket ke Bangkok dapat diperoleh dengan harga di bawah 1 juta rupiah sekali jalan menggunakan LCC seperti Air Asia atau Lion Air.  Full service airline seperti Garuda, Thai Airways juga melayani rute Jakarta-Bangkok nonstop dengan rate berkisar antara USD 300-500 pulang pergi. Beberapa penerbangan Jakarta ke Eropa juga ada yang transit di Bangkok, seperti Lufthansa dan KLM, seringkali mereka menawarkan tiket Jakarta-Bangkok dengan harga yang sangat murah, hanya sekitar USD 200 pulang pergi. Low cost airlines umumnya mendarat di bandara lama, Don Mueang airport, sedangkan full service airlines mendarat di bandara baru, Suvarnabhumi airport.

 

Buat yang punya jiwa petualang, Bangkok juga dapat dicapai melalui jalur darat dari Singapura atau Kuala Lumpur. Ada rute kereta langsung dari Singapura ke Bangkok, juga bisa naik bus, dari Singapura ke Kuala Lumpur, dilanjutkan dengan bus Kuala Lumpur ke Hatyai dan Hatyai ke Bangkok. Jaman kuliah tahun 90an dulu saya bersama teman-teman kuliah pernah menempuh rute darat dari Singapura ke Bangkok dengan bus. Perjalanan panjang 3 hari 2 malam, tapi seru dan pastinya hemat.

 07 grand palace

Where to Stay?

Bangkok merupakan kota metropolitan, salah satu kota terbesar dan terpadat di Asia. Berbagai jenis dan kelas penginapan ada di kota ini. Youth hostel, backpackers hotel, penginapan kelas losmen, transit hotel, hotel berbintang semua ada. Beberapa kawasan penginapan murah antara lain di kawasan Khaosan, Silom dan Pratunam. Disini wisatawan dengan budget terbatas bisa menginap dengan tarif mulai dari USD 10 atau sekitar 300 baht per orang per malam. Tapi buat wisatawan yang ingin nyaman, cukup banyak hotel bintang 3 dan 4 yang menawarkan rate sekitar USD 40-60 per malam, kalau dihitung per orang, jadi gak jauh bedanya dengan menginap di hostel. Rajin-rajin deh lihat penawaran spesial di portal hotel seperti di agoda.com ataupun booking.com. Pas malam tahun baru 2015 kemarin, saya dapat penawaran spesial USD 40 per malam di Four Wings hotel, Sukhumvit road. Hotel yang baru di renovasi ini cukup megah dan nyaman. Review dari tamu-tamu hotel juga baik dengan nilai 78. Dalam beberapa kunjungan sebelumnya saya pernah menginap di Novotel Siam Square, Baiyoke Hotel, Menam River hotel yang semuanya bintang 4, dengan kisaran tarif USD 40 sampai USD 80 per malam.

 

Getting Around

Di Bangkok transportasi umum cukup baik. Ada jaringan kereta layang BTS Skytrain yang memiliki dua jalur, ada juga jalur kereta subway dan ada kereta airport express dari dan ke bandara Suvarnabhumi. Jaringan BTS banyak melewati daerah belanja seperti Siam Square, Siam Paragon dan MBK Mall sampai ke Pratunam dan Chatuchak market. Tapi sayangnya daerah wisata utama seperti Grand Palace dan Wat Arun tidak dilewati jalur transportasi masal. Tarif BTS mulai dari 25-52 baht sekali jalan, tergantung jauh dekat stasiun yang dituju.

 

Taksi sangat banyak tersedia di Bangkok, tapi sayangnya sangat jarang pengemudi taksi yang mau menggunakan argo. Hampir semua maunya tawar-menawar. Hanya dari airport atau hotel saja biasanya Taksi mau menggunakan argo. Taksi di Bangkok juga umumnya menggunakan BBG, sehingga bagasinya separuh sudah dipenuhi tangki BBG, hanya menyisakan ruang untuk dua koper ukuran sedang. Jika anda bepergian bersama keluarga 4 orang dan masing-masing membawa koper, musti siap-siap memangku koper sepanjang perjalanan dari bandara ke hotel dan sebaliknya 😀 Untuk perjalanan dalam kota, rata-rata argonya antara 100-200 baht. Dari bandara ke tengah kota sekitar 250 baht (diluar toll). Jika tanpa argo, bisa dua kali lipat dari tarif tersebut.

 

Alternatif lain adalah tuktuk, kendaraan yang mirip Bajaj, tapi ukurannya lebih besar. Ada tuktuk yang punya 1 baris bangku, muat untuk 3-4 orang, ada juga tuktuk yang punya 2 baris bangku yang bisa memuat 6 orang. Meskipun tuktuk tampilannya tidak sebagus taksi dan tidak pakai AC, tarif tuktuk umumnya lebih mahal dari tarif taksi. Calon penumpang yang cape ngantri taksi, biasanya akan memilih naik tuktuk. Kelakuan supir tuktuk di Bangkok tidak jauh beda dengan supir bajaj di Jakarta. Ngebut dan belok dan selap-selip seenaknya. Jijay Tuktuk.. 😀 Tarif naik tuktuk berkisar 100-400 baht sekali jalan. Kalo lagi macet, naik tuktuk jauh lebih cepat sampe dibanding naik taksi.

 

Things To See

 

Grand Palace and The Emerald Buddha Temple

03 grand palace

Grand Palace adalah obyek wisata paling popular di Bangkok. Ini adalah kompleks istana raja Thailand. Di dalam kompleks ini terdapat istana kediaman raja dan istana kerja (bagian ini tertutup untuk wisatawan), museum, emerald Buddha temple, yaitu tempat ibadah umat Buddha yang di dalamnya ada patung Buddha terbuat dari batu emerald, dan mengenakan baju yang terbuat dari emas. Seperti umumnya tempat ibadah, untuk memasuki kuil ini wisatawan harus mengenakan pakaian yang sopan dan melepas alas kaki. Di kompleks Grand Palace ini terdapat banyak patung, bangunan pagoda dan dinding yang dipenuhi lukisan sejarah Thailand. Di tengah kompleks grand palace terdapat satu bangunan pagoda berwarna emas yang menjadi obyek foto favorit pengunjung.

04 grand palace

Oh ya, kalau anda datang tanpa rombongan tour, akan banyak orang-orang lokal yang akan berusaha mencegat anda di seputar kompleks Grand Palace, memberi tahu bahwa hari ini Grand Palace tutup, karena ada upacara agama atau alasan lain. Kemudian mereka akan menawarkan anda mengunjungi temple lain yang lebih bagus dengan ongkos hanya 100 baht. Jangan percaya orang-orang ini, Grand Palace buka sepanjang tahun. Mereka ini adalah supir tuktuk atau taksi yang akan mengantar anda ke tempat-tempat belanja mahal dan tidak penting (toko batu mulia, toko coklat gak jelas, toko obat, tailor) untuk mendapatkan komisi.

Jam buka dari 08.30-15.30, tiket masuk kompleks Grand Palace ini 500 baht per orang.

09 grand

 

Wat Pho (Reclining Budha)

Di belakang kompleks Grand Palace, ada obyek wisata popular lainnya, yaitu Wat Pho atau reclining Buddha temple. Di dalam kompleks Wat Pho ini ada satu bangunan yang berisi patung Buddha berukuran panjang 43 meter dan tinggi 15 meter, dengan posisi tiduran bersandar (reclining).  Telapak kaki dari patung ini menggambarkan beberapa mosaic symbol-simbol ajaran Buddha. Di dalam Wat Pho ini ada deretan mangkuk dari tembaga, banyak pengunjung lokal yang berbaris mengisi mangkuk-mangkuk ini dengan uang koin, sehingga selama berada di dalam Wat Pho, suara dentingan koin hampir tidak pernah berhenti. Menurut kepercayaan masyarakat sana, menempatkan koin-koin dalam deretan mangkuk tersebut akan membawa keberuntungan.

05 wat pho

Kompleks Wat Pho ini cukup luas, meski tidak sebesar kompleks Grand Palace di depannya, cukup banyak bangunan pagoda dan patung-patung di dalam kompleks ini. Tiket masuk bagi wisatawan sebesar 100 baht per orang, namun tiket tersebut dapat ditukar dengan air mineral di dekat pintu keluar. Sedangkan warga lokal tidak dikenakan biaya jika masuk Wat Pho, ada pintu khusus untuk warga lokal. Kalau anda percaya diri dan masuk lewat pintu warga lokal, mungkin tidak ada yang akan mencegat, mengingat wajah orang Thailand secara umum mirip dengan orang Indonesia. Berani coba..? hehehe..

 

Wat Arun

Tidak jauh dari Wat Pho, ada jalan menuju tepian sungai Chao Praya, jalan kaki sekitar 200 meter dari depan Wat Pho. Dari tepian sungai Chao Praya ini kita bisa naik perahu penyebrangan, dengan membayar 3 baht per orang, menuju Wat Arun, candi di tepian sungai yang sering disebut dengan Temple of Dawn. Meskipun dijuluki Temple of Dawn, tidak banyak orang yang mengunjungi Wat Arun menjelang matahari terbit, justru lebih banyak wisatawan yang datang kesini menjelang matahari terbenam, karena candi ini tampak sangat indah jika tertimpa cahaya matahari senja, terlihat keemasan. Sejak beberapa tahun terakhir, Wat Arun di hiasi lampu-lampu yang dimalam hari warnanya berganti-ganti secara gradasi, terlihat makin cantik. Untuk masuk kawasan Wat Arun tidak dipungut biaya, tapi jika kita mau naik ke candi nya, perlu beli tiket seharga 50 baht. Jam buka candi hanya sampai jam 6 sore, lewat jam 6 hanya bisa melihat dari luar saja. Di seputar Wat Arun ini banyak kios pedagang souvenir, sebagian pedagang disini bisa berbahasa Indonesia.

06 wat arun

Chao Praya Boat Tour

Kota Bangkok dibelah oleh sungai Chao Praya. Sungai ini sangat lebar dan arusnya deras, tidak seperti sungai di Jakarta yang sempit-sempit. Selain alur sungai utama, banyak sekali anak sungai yang membelah berbagai wilayah Bangkok, sehingga angkutan perahu merupakan salah satu alternatif transportasi di Bangkok. Banyak pengemudi perahu, baik yang terorganisasi resmi sebagai perahu wisata, maupun milik perorangan yang menawarkan wisata tour Bangkok melalui sungai.

11 Chao praya

Di sekitar Wat Arun mudah ditemui perahu yang menawarkan wisata sungai ini. Biasanya obyek wisata yang dikunjungi adalah Wat Arun, Royal Barge museum, yang merupakan ‘garasi’ dari perahu-perahu kerajaan yang biasanya dipakai untuk upacara atau festival tertentu, kemudian floating market dimana banyak pedagang buah, makanan dan sayuran yang berjualan diatas perahu, jika sedang musim, banyak pedagang durian monthong di floating market ini. Wisatawan juga dapat mengunjungi snake farm, lengkap dengan pertunjukan manusia ‘bertarung’ dengan ular kobra dan ular python. Disini pawangnya suka kurang ajar juga, ularnya tau-tau di lepas dekat kaki penonton.. bikin orang pada panik dan menjerit, tapi sebenarnya mereka sudah terlatih untuk menjaga jarak aman.

10 Snake farm

Tarif boat tour ini, kalau kita charter sekitar 1.000 baht per perahu untuk wisata sekitar 3 jam mengunjungi tempat-tempat diatas, perahunya nungguin kita di setiap tempat, dan kita bisa juga minta diantar ke tempat-tempat yang kita mau di sepanjang aliran sungai. Kalau nggak mau charter, bisa beli tiket pass harian Chao Praya express, 150 baht per orang. Tapi ya kayak naik bus aja, tempat-tempat perhentiannya tertentu, nggak bisa semau kita.

08 souvenir

Madame Tussaud Museum dan  Siam Ocean World

Buat yang suka wisata modern, bisa mampir ke kawasan Siam Central. Disitu ada Siam Discovery mall dan Siam Paragon Mall yang letaknya bersebelahan. Di Siam Discovery terdapat Madame Tussaud wax museum, sementara di Siam Paragon terdapat Siam Ocean World, akuarium raksasa mirip-mirip Sea World di ancol. Harga tiket Madame Tussaud 800 baht, sedangkan Siam Ocean World tiketnya seharga 990 baht. Kalo mau liat patung lilin nya tapi nggak mau bayar bisa juga sih, di lobby Siam Discovery mall dipajang satu patung lilin, yang setiap beberapa hari di ganti. Sering-sering aja mampir ke lobby, lama-lama bisa liat semua patung lilin nya kali.. hehehe..

 

Chatuchak Weekend Market

01 Mochi ice

Bangkok juga memiliki pasar yang hanya buka di akhir pekan, Jumat, Sabtu dan Minggu, yaitu Chatuchak market. Warga Bangkok sering juga menyebutnya JJ market. Pasar ini dapat dicapai dengan BTS Skytrain, atau taksi dan tuktuk. Di pasar ini umumnya orang belanja produk pakaian, handicraft dan makanan. Banyak makanan yang unik dan enak di pasar ini, mulai dari mochi ice cream, fishcake, meatballs dan aneka kue dan jajanan pasar. Lupakan diet kalo mampir kesini 😀

Disini juga banyak yang jual kaos-kaos lucu dan unik, mulai kaos plesetan logo dan merek terkenal, sampai kaos bergambar atau tulisan saru dan rada porno.

02 fishball

 

Patpong Night Market

Meskipun di kawasan pasar malam ini banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan produk imitasi seperti tas, gesper dan dompet KW dari berbagai merk top, ataupun CD dan DVD bajakan, serta kaos dan baju-baju gaul, bagi sebagian wisatawan, kawasan ini lebih dikenal sebagai redlight district nya Bangkok. Di sepanjang lorong Patpong ini berjejer berbagai gogo bar, dari luar aja sudah terlihat banyak gadis berbikini yang menari-nari diatas panggung, lengkap dengan tiang untuk pole dancing. Tapi jangan seneng dulu, sebagian yang nari-nari itu shemale, alias bences.. 😀


Di depan gogo bars ini banyak stafnya yang menawarkan turis untuk masuk menonton Thai girl show, seringjuga disebut Tiger show, pertunjukan yang mengeksploitasi perempuan lah pokoknya. Kawasan ini tidak direkomendasikan buat wisatawan keluarga yang membawa anak-anak. Buat para bujangan yang penasaran, hati-hati juga kalau nonton Tiger show disini, seringkali pramusaji wanita disana memaksa tamu beli minuman-minuman mahal dengan charge ribuan baht. You have been warned..!

Saat saya disana Desember 2014-Januari 2015, kurs 1 Baht = Rp 375.

 

Catatan: Judul artikel ini meminjam judul lagu Rush – A Passage To Bangkok

 

 

Comments

comments